SELEKSI ASISTEN Teori Part 2

Alhamdulillah karena banyak peminat yang mau ikut seleksi tes asisten kimia organik. Maka berdasarkan hasil rapat bersama seluruh asisten diputuskan bahwa kan ada tes asisten teori part2. Tes asisten ini dikhususkan untuk rekan-rekan yang tidak sempat ikut tes teori pada kesempatan pertama,…..

Tempat tes : Laboratorium Kimia Organik

Waktu tes   : 14, januari 2011 jam 10.00

Untuk formulir dapat diambil di laboratorium Kimia Organik ….

BATAS PENDAFTARAN : Jum’at, 14 Januari…. Jam 09.00 WIB

Keselamatan Kerja di Laboratorium

Keselamatan kerja menjadi satu hal yang paling penting ketika kita berada di sebuah laboratorium. Ketidaktahuan mengenai hal-hal apa saja yang mesti di antisipasi di laboratorium membuat seringnya terjadi kecelakaan kerja di laboratorium. Baik kecelakaan kecil maupun kecelakaan yang besar bahkan dapat mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Berikut adalah potongan berita tentang kecelakaan kerja yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa :

JAKARTA — Sebuah ledakan keras kemarin (26/1) pagi, sekitar pukul 07.50, terjadi di Laboratorium Mikrobiologi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Meski menyebabkan seorang tewas dan puluhan terluka, polisi memastikan ledakan bukan terjadi karena bom.

”Hasil penyelidikan laboratorium forensik Mabes Polri, ledakan itu kemungkinan disebabkan campuran bahan kimia,” kata Kepala Polri, Sutanto, usai menghadiri pemakaman mantan wapres Sudharmono, Kamis (26/1). (sumber: http://arsip.net/id)

Mungkin ada sebagian orang yang akan berkata bahwa artikel singkat  yang dituliskan ini terkesan menakut-nakuti. Tetapi yang perlu kita sadari adalah bahwasanya ketika kita bekerja di laboratorium kemungkinan terjadi kecelakaan kerja itu sangat mungkin terjadi.  Semua itu tergantung dari tingkat kewaspadaan dan pengetahuan kita mengenai laboratorium itu sendiri.

Dan semuanya akan balik lagi ke individunya masing-masing. Karena bahan kimia dapat di ibaratkan pedang yang memiliki dua sisi mata pisau.  Selain memiliki banyak sekali manfaat dapat juga mengakibatkan berbagai kerugian ketika menggunakannya tanpa pengetahuan yang benar.

Link download materi praktikum perdana

Laporan dengan format baru

Tahun ini merupakan tahun yang penuh dengan perubahan. Gak percaya? Coba aja cek sendiri. Terkhusus perubahan yang terjadi di laboratorium kimia organik. Saya bisa pastikan kakak tingkat kita pasti akan ngiri ketika mereka tau bahwa sudah ada kebijakan baru yang cukup meringankan praktikan di laboratorium kimia organik.

Tau gak sih, formatan laporan kimia organik udah berubah banyak. Pertama sekarang udah gak ngetik lagi dengan mesin tik. Kedua banyak perubahan juga dalam hal formatan laporannya dari mulai batas margin kanan kiri, jumlah batas maksimal dasar teori, sampai tak di batasinya banyak nya pembahasan.

Bersyukurlah kalian angkatan baru. Semua ini di lakukan untuk memberikan kalian sedikit keringanan. Dan kami pun dari pihak asisten berharap dengan ada nya keringanan ini dapat kalian pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas laporan.

Salam Asisten….

Proses Pemisahan ( Destilasi dkk )

Alam ini diciptakan dalam tingkat kekompleks-an yang sangat tinggi. Kita tidak akan menemukan unsur atau senyawa yang berdiri sendiri, dalam artian tidak bercampur dengan senyawa lain. Untuk beberapa keperluan seperti sintesis senyawa kimia diperlukan bahan baku senyawa kimia dalam keadaan murni.

Oleh karena itu proses pemisahan sangat dibutuhkan dalam hal ini. Kita ambil contoh minyak bumi. Minyak bumi merupakan campuran kompleks hidrokarbon plus senyawaan organik dari Sulfur, Oksigen, Nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama Nikel, Besi dan Tembaga.

Dalam pemprosesan-nya minyak bumi didistilasi untuk memisahkannya kedalam fraksi-fraksi yang berbeda sesuai dengan titik didih dari senyawa tersebut. Hasil dari Pemisahan ini menghasilkan berbagai macam bahan bakar yang pada akhirnya digunakan untuk spesifikasi yang berbeda.

Contoh diatas merupakan bukti nyata dari proses pemisahan dalam industri kimia. Proses pemisahan secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu proses pemisahan secara mekanis dan proses pemisahan secara kimiawi. Kalian semua pasti sudah bisa menebak seperti apa pemisahan mekanis maupun pemisahan secara kimiawi itu.Ya, pemisahan mekanis merupakan pemisahan yang memanfaatkan sifat-sifat mekanis dari suatu senyawa heterogen sebagai contoh kita memisahkan air dengan pasir menggunakan penyaring. Berbeda dengan pemisahan secara kimiawi, pemisahan ini memanfaatkan sifat-sifat kimiawi dari suatu senyawa sebagai contoh proses distilasi tadi.

Banyak metode yang dipergunakan dalam melakukan pemisahan. Pada prinsipnya proses pemisahan merupakan pemisahan dari terbentuknya suatu fasa baru sehingga campuran menjadi suatu campuran heterogen yang mudah dipisahkan. Jadi sebisa mungkin kita mencegah terbentuknya fasa baru dalam suatu senyawa sehingga mudah kita pisahkan.

Berikut merupakan contoh dari beberapa metode pemisahan yang lazim kita dengar dalam teknik kimia :

1. Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Secara lebih sederhana kita analogikan sebagai berikut : Ketika dilaboratorium kita memiliki tugas untuk memisahkan campuran etanol dengan air, maka metode yang harus kita pakai adalah metode distilasi, Mengapa? Karena etanol dengan air memiliki kecepatan menguap yang berbeda. Ketika dilakukan pemanasan maka secara otomatis etanol akan menguap terlebih dahulu dibandingkan air. Karena etanol memiliki titik didih yang lebioh rendah jika dibandingkan dengan air. Uap etanol inilah yang pada proses selanjutnya dirubah dari fase gas menjadi fase cair lagi dengan mengkontakkan uap tersebut dengan air dingin. Jelas….

2. Kristalisasi adalah proses pembentukan bahan padat dari pengendapan larutan, melt (campuran leleh), atau lebih jarang pengendapan langsung dari gas. Kristalisasi juga merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padat-cair, di mana terjadi perpindahan massa (mass transfer) dari suat zat terlarut (solute) dari cairan larutan ke fase kristal padat.

3. Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu. Lebih jelasnya seperti ini: Pada kromatografi, komponen-komponennya dibagi menjadi dua buah fase. Fase diam akan menahan komponen campuran sedangkan fase gerak akan melarutkan zat komponen campuran. Komponen yang mudah tertahan pada fase diam akan tertinggal. Sedangkan komponen yang mudah larut dalam fase gerak akan bergerak lebih cepat.

Posted by : Heri Fauzan Suheri

Pilih Teknik Kimia atau MIPA Kimia ?

Masa SMA merupakan masa yang paling indah begitu menurut kebanyakan orang. Tapi bagi saya masa SMA adalah masa yang kompleks, dimana kita mulai diberikan beberapa tanggung jawab yang menurut saya cukup berat. Memang sih ukuran berat atau tidaknya tanggung jawab tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Pada masa tersebut kita diharuskan memilih jalan hidup kita masing – masing. Mau seperti apakah kita terserah sama kita. Begitu juga ketika kita harus menentukan mau melanjutkan kuliah kemana. Pasti setumpuk pertanyaan muncul dikepala kita. Itu juga pernah saya alami. Dan percaya deh itu memusingkan  kepala banget.

Sedikit ingin berbagi pengalaman dengan para pembaca sekalian yang mungkin ingin melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. Mungkin tak asing bagi kita istilah jurusan kimia MIPA dengan Jurusan Teknik Kimia, tapi berdasarkan survey yang telah saya lakukan secara individu kebanyakan dari siswa SMA tidak dapat membedakan kedua jurusan tersebut. Sebenarnya banyak hal yang membedakan kedua jurusan tersebut. Secara terperinci saya jelaskan dalam 3 point perbedaan Teknik Kimia dengan Kimia Murni (MIPA)

“Poin 1: Sifat: Eksplorasi vs. Aplikasi”

Seorang AlChemist (sebutan untuk orang yang bergelut dengan kimia murni) akan selalu memiliki pemikiran untuk mencari reaksi kimia baru yang belum diketemukan. Dengan kata lain seorang yang kuliah dijurusan ini memiliki spesifikasi untuk menjadi seorang peneliti, yang dalam bahasa kerennya disebut ILMUAN. Contoh paling simplenya ketika Mendelev menemukan unsur baru yang diberi nama Mendelevium. Ketika ia menemukan unsur tersebut maka kita dapat mengatakan bahwa Mendelev seseorang dengan pola pikir seorang AlChemist.

Tetapi berbeda halnya dengan “Chemical Engineer” , mereka akan selalu berfikir bagaimana caranya memanfaatkan reaksi – reaksi yang sudah ada. Boleh kita simpulkan bahwa seorang Chemical Engineer memiliki pandangan untuk mengaplikasikan reaksi kedalam kehidupan sehari – hari.

“Poin 2: Orientasi: Ilmu Pengetahuan vs. Industri”

Orientasi seorang Chemical Engineer adalah industri hal ini tak lepas dari poin 1 yang telah kita bahas sebelumnya. Maka tempat kerja yang cocok bagi mereka adalah berbagai macam industri yang terkait zat kimia didalamnya. Seperti industri pupuk kimia, industri polimer, kilang minyak, dll. Dikarenakan mereka bekerja di industri maka mereka akan selalu meninjau reaksi dari segi ekonomi. Mereka akan selalu mencari bagaimana cara menghasilkan produk kimia dengan mutu bagus tetapi dengan biaya produksi yang optimum.

Berbeda halnya dengan seorang AlChemist orientasi mereka adalah ilmu pengetahuan. Mereka lebih memiliki kecendrungan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dalam hal ini pengetahuan kimia. Maka bukan hal yang tabu untuk mereka untuk berhipotesa untuk merumuskan hal-hal yang baru.

“Poin3:Target Skala:Kecil vs Raksasa”

Saya rasa dengan 2 point diatas maka telah jelas sekali kalau seorang Chemical Engineer akan bekerja dalam skala raksasa sementara seorang AlChemist akan bekerja pada skala kecil (laboratorium). Maka jelas jugalah bidang pekerja yang ideal digeluti oleh AlChemist dengan Chemical Engineer. Lulusan ilmu kimia bisa bekerja misalnya di laboratorium, di bidang pendidikan sebagai guru atau dosen, atau di bagian Kendali Mutu (Quality Control) di pabrik. Lulusan teknik kimia biasa bekerja di pabrik yang memproduksi barang-barang melalui proses kimia, misalnya di pabrik semen, pupuk, kilang minyak, dan sebagainya.

Posted by : Heri Fauzan Suheri

Apa itu Kimia Organik?

Kimia organik adalah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan belerang. Definisi asli dari kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa semua senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, namun telah dibuktikan bahwa ada beberapa perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan juga sangat bergantung pada kimia anorganik; sebagai contoh, banyak enzim yang mendasarkan kerjanya pada logam transisi seperti besi dan tembaga, juga gigi dan tulang yang komposisinya merupakan campuran dari senyama organik maupun anorganik.

Contoh lainnya adalah larutan HCl, larutan ini berperan besar dalam proses pencernaan makanan yang hampir seluruh organisme (terutama organisme tingkat tinggi) memakai larutan HCl untuk mencerna makanannya, yang juga digolongkan dalam senyawa anorganik. Mengenai unsur karbon, kimia anorganik biasanya berkaitan dengan senyawa karbon yang sederhana yang tidak mengandung ikatan antar karbon misalnya oksida, garam, asam, karbid, dan mineral. Namun hal ini tidak berarti bahwa tidak ada senyawa karbon tunggal dalam senyawa organik misalnya metan dan turunannya.

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_organik